Minggu, 15 Mei 2016

atonia uteri


                                                       
 
 
 
 
Atonia Uteri

a.     Pengertian
Atonia uteri terjadi jika uterus tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan rangsangan taktil (pemijatan) fundus uteri. Perdarahan postpartum dengan penyebab uteri tidak terlalu banyak dijumpai karena penerimaan gerakan keluarga berencana makin meningkat (Manuaba & APN). 
Atonia uteri merupakan penyebab terbanyak perdarahan pospartum dini (50%), dan merupakan alasan paling sering untuk melakukan histerektomi postpartum. Kontraksi uterus merupakan mekanisme utama untuk mengontrol perdarahan setelah melahirkan. Atonia terjadi karena kegagalan mekanisme ini. Perdarahan  pospartum secara fisiologis dikontrol oleh kontraksi serabut-serabut miometrium yang mengelilingi pembuluh darah yang memvaskularisasi daerah implantasi plasenta. Atonia uteri terjadi apabila serabut-serabut miometrium tidak berkontraksi.

Batasan: Atonia uteri adalah uterus yang tidak berkontraksi setelah janin dan plasenta lahir.

b.     Penyebab :
Atonia uteri dapat terjadi pada ibu hamil dan melahirkan dengan faktor predisposisi (penunjang ) seperti :
1. Overdistention uterus seperti: gemeli makrosomia, polihidramnion, atau paritas tinggi.
2. Umur yang terlalu muda atau terlalu tua.
3. Multipara dengan jarak kelahiran pendek
4. Partus lama / partus terlantar
5. Malnutrisi.
6. Penanganan salah dalam usaha melahirkan plasenta, misalnya plasenta belum terlepas dari dinding uterus.

c.     Gejala Klinis:
·         Uterus tidak berkontraksi dan lunak 
·         Perdarahan segera setelah plasenta dan janin lahir (P3).
d.     Pencegahan atonia uteri.
Atonia uteri dapat dicegah dengan Managemen aktif kala III, yaitu pemberian oksitosin segera setelah bayi lahir (Oksitosin injeksi 10U IM, atau 5U IM dan 5 U Intravenous atau 10-20 U perliter Intravenous drips 100-150 cc/jam.
Pemberian oksitosin rutin pada kala III dapat mengurangi risiko perdarahan pospartum lebih dari 40%, dan juga dapat mengurangi kebutuhan obat tersebut sebagai terapi. Menejemen aktif kala III dapat mengurangi jumlah perdarahan dalam persalinan anemia, dan kebutuhan transfusi darah.Oksitosin mempunyai onset yang cepat, dan tidak menyebabkan kenaikan tekanan darah atau kontraksi tetani seperti preparat ergometrin. Masa paruh oksitosin lebih cepat dari Ergometrin yaitu 5-15 menit.
Prostaglandin (Misoprostol) akhir-akhir ini digunakan sebagai pencegahan perdarahan postpartum.


  e. Penanganan Atonia Uteri

Penanganan Umum

·         Mintalah Bantuan. Segera mobilisasi tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat.
·         Lakukan pemeriksaan cepat keadaan umum ibu termasuk tanda vital(TNSP).
·         Jika dicurigai adanya syok segera lakukan tindakan. Jika tanda -tanda syok tidak terlihat, ingatlah saat melakukan evaluasi lanjut karena status ibu tersebut dapat memburuk dengan cepat. 
·         Jika terjadi syok, segera mulai penanganan syok.oksigenasi dan pemberian cairan cepat, Pemeriksaan golongan darah dan crossmatch perlu dilakukan untuk persiapan transfusi darah.
·         Pastikan bahwa kontraksi uterus baik: 
·         lakukan pijatan uterus untuk mengeluarkan bekuan darah. Bekuan darah yang terperangkap di uterus akan menghalangi kontraksi uterus yang efektif. berikan 10 unit oksitosin IM 
·         Lakukan kateterisasi, dan pantau cairan keluar-masuk.
·         Periksa kelengkapan plasenta Periksa kemungkinan robekan serviks, vagina, dan perineum.
·         Jika perdarahan terus berlangsung, lakukan uji beku darah.
Setelah perdarahan teratasi (24 jam setelah perdarahan berhenti), periksa kadarHemoglobin:
·         Jika Hb kurang dari 7 g/dl atau hematokrit kurang dari 20%( anemia berat):berilah sulfas ferrosus 600 mg atau ferous fumarat 120 mg ditambah asam folat 400 mcg per oral sekali sehari selama 6 bulan;
·         Jika Hb 7-11 g/dl: beri sulfas ferrosus 600 mg atau ferous fumarat 60 mg ditambah asam folat 400 mcg per oral sekali sehari selama 6 bulan;

Penanganan Khusus
·         Kenali dan tegakkan diagnosis kerja atonia uteri.
·         Teruskan pemijatan uterus.Masase uterus akan menstimulasi kontraksi uterus yang menghentikan perdarahan.
·         Oksitosin dapat diberikan bersamaan atau berurutan
·         Jika uterus berkontraksi.Evaluasi, jika uterus berkontraksi tapi perdarahan uterus berlangsung, periksa apakah perineum / vagina dan serviks mengalami laserasi dan jahit atau rujuk segera.
·         Jika uterus tidak berkontraksi maka :Bersihkanlah bekuan darah atau selaput ketuban dari vagina & ostium serviks. Pastikan bahwa kandung kemih telah kosong
Antisipasi dini akan kebutuhan darah dan lakukan transfusi sesuai kebutuhan. Jika perdarahan terus berlangsung:
Pastikan plasenta plasenta lahir lengkap;Jika terdapat tanda-tanda sisa plasenta (tidak adanya bagian permukaan maternal atau robeknya membran dengan pembuluh darahnya), keluarkan sisa plasenta tersebut.Lakukan uji pembekuan darah sederhana.
Kegagalan terbentuknya pembekuan setelah 7 menit atau adanya bekuan lunak yang dapat pecah dengan mudah menunjukkan adanya koagulopati.

Sikap bidan

sikap bidan dengan atonia uteri
penanganan atonia uteri




Teknik KBI
1.      Pakai sarung tangan disinfeksi tingkat tinggi atau steril, dengan lembut masukkan tangan (dengan cara menyatukan kelima ujung jari) ke intraktus dan ke dalam vagina itu.
2.      Periksa vagina & serviks. Jika ada selaput ketuban atau bekuan darah pada kavum uteri mungkin uterus tidak dapat berkontraksi secara penuh.
3.      Letakkan kepalan tangan pada fornik anterior tekan dinding anteror uteri sementara telapak tangan lain pada abdomen, menekan dengan kuat dinding belakang uterus ke arah kepalan tangan dalam.
cara penanganan atoia uteri kompresi bimanual eksterna (KBE)
kompresi bimanual eksterna (KBE)



4.      Tekan uterus dengan kedua tangan secara kuat. Kompresi uterus ini memberikan tekanan langsung pada pembuluh darah di dalam dinding uterus dan juga merang sang miometrium untuk berkontraksi.
5.      Evaluasi keberhasilan:
-     Jika uterus berkontraksi dan perdarahan berkurang, teruskan melakukan KBI selama dua menit, kemudian perlahan-lahan keluarkan tangan dari dalam vagina. Pantau kondisi ibu secara melekat selama kala empat.
-     Jika uterus berkontraksi tapi perdarahan terus berlangsung, periksa perineum, vagina dari serviks apakah terjadi laserasi di bagian tersebut. Segera lakukan    si penjahitan jika ditemukan laserasi.
-     Jika kontraksi uterus tidak terjadi dalam waktu 5 menit, ajarkan keluarga untuk melakukan kompresi bimanual eksternal (KBI Gambar 5-4) kemudian terus kan dengan langkah-langkah penatalaksanaan atonia uteri selanjutnya. Minta tolong keluarga untuk mulai menyiapkan rujukan.
Alasan: Atonia uteri seringkali bisa diatasi dengan KBI, jika KBI tidak berhasil dalam waktu 5 menit diperlukan tindakan-tindakan lain.
6.      Berikan 0,2 mg ergometrin IM (jangan berikan ergometrin kepada ibu dengan hipertensi)         
Alasan : Ergometrin yang diberikan, akan meningkatkan tekanan darah lebih tinggi dari kondisi normal.
7.      Menggunakan jarum berdiameter besar (ukuran 16 atau 18), pasang infus dan berikan 500 ml larutan Ringer Laktat yang mengandung 20 unit oksitosin. 
          Alasan:   Jarum dengan diameter besar, memungkinkan pemberian cairan IV secara cepat, dan dapat  langsung digunakan jika ibu membutuhkan transfusi darah. Oksitosin IV akan dengan cepat merangsang kontraksi uterus. Ringer Laktat akan membantu mengganti volume cairan yang hiking selama perdarahan. 
8.      Pakai sarung tangan steril atau disinfeksi tingkat tinggi dan ulangi KBI
Alasan:   KBI  yang digunakan bersama dengan ergometrin dan oksitosin dapat membantu membuat uterus-berkontraksi
9.      Jika uterus tidak berkontraksi dalam waktu sampai 2 menit, segera lakukan rujukan Berarti ini bukan atonia uteri sederhana. Ibu membutuhkan perawatan gawat-darurat di fasilitas kesehatan yang dapat melakukan tindakan pembedahan dan transfusi darah.
10.  Dampingi ibu ke tempat rujukan. Teruskan melakukan KBI hingga ibu tiba di tempat rujukan. Teruskan pemberian cairan IV hingga ibu tiba di fasilitas rujukan:
a.  Infus 500 ml yang pertama dan habiskan dalam waktu 10 menit.
b.  Kemudian berikan 500 ml/jam hingga tiba di tempat rujukan atau hingga jumlah cairan yang diinfuskan mencapai 1,5 liter, dan kemudian berikan 125 ml/jam.
c.   Jika cairan IV tidak cukup, infuskan botol kedua berisi 500 ml cairan dengan tetesan lambat dan berikan cairan secara oral untuk asupan cairan tambahan.
Kompresi bimanual eksternal
1.      Letakkan satu tangan pada abdomen di depan uterus, tepat di atas simfisis pubis.
2.      Letakkan tangan yang lain pada dinding abdomen (dibelakang korpus uteri), usahakan memegang bagian belakang uterus seluas mungkin.
cara penanganan atonia uteri kompresi bimanual eksterna (KBE)
Kompresi bimanual eksterna (KBE)




3.      
3.      Lakukan gerakan saling merapatkan kedua tangan untuk melakukan kompresi pembuluh darah di dinding uterus dengan cara menekan uterus di antara kedua tangan tersebut. (Pusdiknakes, Asuhan persalinan Normal)
Jika perdarahan terus berlangsung setelah dilakukan kompresi:
·         Lakukan ligasi arteri uterina dan ovarika. 
·         Lakukan histerektomi jika terjadi perdarahan yang mengancam jiwa setelah ligasi. 

Uterotonika :

Oksitosin : merupakan hormon sintetik yang diproduksi oleh lobus posterior hipofisis. Obat ini menimbulkan kontraksi uterus yang efeknya meningkat seiring dengan meningkatnya umur kehamilan dan timbulnya reseptor oksitosin. Pada dosis rendah oksitosin menguatkan kontraksi dan meningkatkan frekwensi, tetapi pada dosis tinggi menyebabkan tetani.
Oksitosin dapat diberikan secara IM atau IV, untuk perdarahan aktif diberikan lewat infus dengan Larutan Ringer laktat 20 IU perliter, jika sirkulasi kolaps bisa diberikan oksitosin 10 IU intramiometrikal (IMM).
Efek samping pemberian oksitosin sangat sedikit ditemukan yaitu nausea dan vomitus, efek samping lain yaitu intoksikasi cairan jarang ditemukan.

Metilergonovin maleat : merupakan golongan ergot alkaloid yang dapat menyebabkan tetani uteri setelah 5 menit pemberian IM.
Dapat diberikan secara IM 0,25 mg, dapat diulang setiap 5 menit sampai dosis maksimum 1,25 mg, dapat juga diberikan langsung pada miometrium jika diperlukan (IMM) atau IV bolus 0,125 mg.
Obat ini dikenal dapat menyebabkan vasospasme perifer dan hipertensi, dapat juga menimbulkan nausea dan vomitus. Obat ini tidak boleh diberikan pada pasien dengan hipertensi.

Prostaglandin (Misoprostol) : merupakan sintetik analog 15 metil prostaglandin F2alfa.
Misoprostol dapat diberikan secara intramiometrikal, intraservikal, transvaginal, intravenous, intramuscular, dan rectal. Pemberian secara IM atau IMM 0,25 mg, yang dapat diulang setiap 15 menit sampai dosis maksimum 2 mg. Pemberian secara rektal dapat dipakai untuk mengatasi perdarahan pospartum (5 tablet 200 µg = 1 g).
Prostaglandin ini merupakan uterotonika yang efektif tetapi dapat menimbulkan efek samping prostaglandin seperti: nausea, vomitus, diare, sakit kepala, hipertensi dan bronkospasme yang disebabkan kontraksi otot halus, bekerja juga pada sistem termoregulasi sentral, sehingga kadang-kadang menyebabkan muka kemerahan, berkeringat, dan gelisah yang disebabkan peningkatan basal temperatur, hal ini menyebabkan penurunan saturasi oksigen.
    Uterotonika ini tidak boleh diberikan pada ibu dengan kelainan kardiovaskular, pulmonal, dan gangguan hepatik.
Efek samping serius penggunaannya jarang ditemukan dan sebagian besar dapat hilang sendiri. Dari beberapa laporan kasus penggunaan prostaglandin efektif untuk mengatasi perdarahan persisten yang disebabkan atonia uteri dengan angka keberhasilan 84%-96%. Perdarahan pospartum dini sebagian besar disebabkan oleh atonia uteri maka perlu dipertimbangkan pemakaian Uterotonika untuk menghindari perdarahan masif yang terjadi.

abses payudara



ABSES PAYUDARA


1.Abses payudara
Merupakan penyakit yang sulit untuk sembuh sekaligus mudah untuk kambuh.  peluang kekambuhan bagi yang pernah mengalaminya berkisar di antara 40-50 persen.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, salah satunya adalah Staphylococcus aureus. Bakteri yang secara alami bisa ditemukan pada kulit manusia itu bisa masuk apabila ada luka pada payudara terutama di sekitar puting susu Merupakan komplikasi akibat peradangan payudara / mastitis yang sering timbul pada minggu ke dua post partum (setelah melahirkan), karena adanya pembengkakan payudara akibat tidak menyusui dan lecet pada puting susu.
abses payudara berbeda dengan mastitis.abses payudara terjadi apabila mastitis tidak tertangani dengan baik, sehingga memperberat infeksi
Breast abscess adalah akumulasi nanah pada jaringan payudara. Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi pada payudara. Cedera dan infeksi pada payudara dapat menghasilkan gejala yang sama dengan di bagian tubuh lainnya, kecuali pada payudara, infeksi cenderung memusat dan menghasilkan abses kecil. Hal ini dapat menyerupai kista
2.  Gejala dan tanda
  • sakit pada payudara ibu tampak lebih parah.
  • payudara lebih mengkilap dan berwarna merah.
  • benjolan terasa lunak karena berisi nanah. Kadang-kadang keluar cairan nanah melalui puting susu. Bakteri terbanyak penyebab nanah pada payudara adalah stafilokokus aureus dan spesies streptokokus.
  • Pada lokasi payudara yang terkena akan tampak membengkak.Bengkak dengan getah bening dibawah ketiak
  • nyeri dan teraba masa yang fluktuatif / ‘empuk
  •  sensasi rasa panas pada area yang terkena
  • Demam dan kedinginan, menggigil
  • Rasa sakit secara keseluruhan
  • Malaise, dan timbul limfadenopati pectoralis, axiller,            parasternalis, dan subclavia.
Diagnosis:
 Untuk memastikan diagnosisnya perlu dilakukan aspairasi nanahmya
   Differensial diagnosisnya galactoele, fibroadenoma dan carcinom
3. Penyebab & Faktor Risiko
  Penyebab
         Infeksi pada payudara biasanya disebabkan oleh bakteri yang umum              ditemukan pada kulit normal (staphylococcus aureus). Infeksi terjadi khususnya pada saat ibu menyusui. Bakteri masuk ke tubuh melalui kulit yang rusak, biasanya pada puting susu yang rusak pada masa awal menyusui. Area yang terinfeksi akan terisi dengan nanah.
         Infeksi pada payudara tidak berhubungan dengan menyusui harus dibedakan dengan kanker payudara. Pada kasus yang langka, wanita muda sampai usia pertengahan yang tidak menyusui mengalami subareolar abscesses (terjadi dibawah areola, area gelap sekitar puting susu). Kondisi ini sebenarnya terjadi pada perokok.
 Faktor risiko
  • Diabetes mellitus                                                                                                                 Selain diabetes dan obesitas yang merupakan faktor risiko utama, beberapa faktor lain ternyata dapat meningkatkan risiko abses payudara. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian di University of Iowa, yang dipublikasikan dalam Journal of The American College of Surgeons edisi Juli 2010.
  • Perokok berati                                                                                                                    salah satu faktor yang dimaksud adalah rokok, yang dapat meningkatkan risiko abses payudara 6 kali lipat dibanding pada wanita yang tidak merokok. Selain itu, rokok juga membuat peluang kekambuhan melonjak hingga 15 kali lipat. Dari sejumlah pasien yang mengalami kekambuhan, 60 persen di antaranya merupakan perokok berat. Oleh karena itu, peneliti menyarankan para pendeita abses yang merokok untuk menghentikan kebiasaanya agar risiko kambuh bisa dikurangi.
Dalam penelitian ini, para ahli melibatkan 68 wanita yang mengalami abses payudara, termasuk 43 wanita perokok dan 9 wanita yang memiliki tindik di putingnya. Seluruh partisipan tidak memiliki riwayat kanker payudara dan tidak sedang menjalani penyinaran dengan radiasi maupun operasi payudara dalam 12 bulan terakhir.
  • faktor berikutnya yang baru pertama kali diungkap adalah tindik di bagian puting susu.
Risiko untuk mengalami abses payudara pada wanita yang putingnya ditindik cenderung meningkat pada kurun waktu hingga 7 tahun sejak tindik dibuat.
  • Infeksi setelah melahirkan
  • Kelelahan
  • Anemia
  • Penggunaan obat steroid
  • Rendahnya sistem imun
  • Penanaman silicon
4.   Pencegahan
  • Beberapa ibu memiliki puting susu yang rata dan membuat menyusui adalah hal yang sulit atau tidak mungkin. Untuk memperbaiki hal ini, Hoffman’s exercises dapat dimulai sejak 38 minggu kehamilan. Oles sedikit pelicin (contoh Vaseline) pada areola. Dua ruas jari atau satu jari dan jempol diletakkan sepanjang sisi puting susu dan kulit dengan lembut ditarik dengan arah horizontal. Kemudian, gerakan ini di ulang dengan arah horizontal, lakukan pada keduanya beebrapa kali. Jika latihan ini dilakukan beberapa kali per hari, akan membantu mengeluarkan puting susu. Metode alternatif adalah penarikan puting susu, digunakan pada lapisan khusus di dalam bra pada saat kehamilan.
  • Puting susu dan payudara harus dibersihkan sebelum dan setelah            menyusui.
  • Setelah menyusui, puting susu dapat diberikan salep lanolin atau vitamin A dan D
  • Hindari pakaian yang menyebabkan iritasi pada payudara
  • Menyusui secara bergantian payudara kiri dan kanan
  • Untuk mencegah pembengkakan dan penyumbatan saluran, kosongkan payudara dengan cara memompanya
  • Gunakan teknik menyusui yang baik dan benar untuk mencegah robekan/luka pada puting susu.
  • Minum banyak cairan
  • Menjaga kebersihan puting susu
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui.
5. Penanganan dan pengobatan
      Mengajarkan pada ibu cara menyusui yang benar :
      1.  teknik menyusui yang benar.
      2.kompres payudara dengan air hangat dan air dingin secara bergantian.
      3.  Meskipun dalam keadaan mastitis harus sering menyusui bayinya.
      4.  Mulailah menyusui pada payudara yang sehat.
       5.  Hentikan menyusui pada payudara yang mengalami abses tetapi ASI harus tetap dikeluarkan.
      6.   Apabila abses bertambah parah dan mengeluarkan nanah, berikan antibiotik.
      7.  Rujuk apabila keadaan tidak membaik.
Terapi : Evakuasi abses dengan cara dilakukan operasi (insisi abses) dalam anestesi umum. Setelah diinsisi, diberikan drain untuk mengalirkan sisa abses yang ‘mungkin’ masih tertinggal dalam payudara.
Abses / nanah kemudian diperiksa untuk kultur resistensi dan pemeriksaan PA.
Jika abses diperkirakan masih banyak tertinggal dalam payudara, selain dipasang drain juga dilakukan bebat payudara dengan elastic bandage. Setelah 24 jam tindakan, pasien kontrol kembali untuk mengganti kassa. Pasien diberikan obat antibiotika dan obat penghilang rasa sakit.
Penanganan yang dapat dilakukan antara lain :
pengeluaran susu terhambat  dilakukan untuk mastitis adalah pemanasan lokal, antipiretik dan analgesik ringan, pengosongan payudara berkala dengan terus memberikan ASI atau memompa, dan terapi antibiotika oral. Namun jika sudah terjadi abses, perlu diberikan antibiotik intravena, aspirasi, atau insisi dan jika perlu drainase. Setiap cairan aspirasi perlu dilakukan pemeriksaan histologik untuk menyingkirkan keganasan.
Dilakukan pengompresan hangat pada payudara selama 15-20 menit, 4 kali/hari.
Diberikan antibiotik dan untuk mencegah pembengkakan, sebaiknya dilakukan pemijatan dan pemompaan air susu pada payudara yang terkena.
Jika terjadi abses, biasanya dilakukan penyayatan dan pembuangan nanah, serta dianjurkan untuk berhenti menyusui.
Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri (misalnya acetaminophen atau ibuprofen). Kedua obat tersebut aman untuk ibu menyusui dan bayinya

Sabtu, 14 Mei 2016

mitos-mitos dalam kehamilan

                                    
                                         MITOS -MITOS DALAM KEHAMILAN
 

Mitos seputar kehamilan
    banyak beredar dan meluas di masyarakat. Sebagian msayarakat bahkan mempercayai mitos-mitos tersebut. Padahal tidak semua mitos itu benar adanya. Agar calon orangtua tidak disesatkan oleh mitos-mitos kehamilan yang beredar, berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa mitos yang ada

Minum air kelapa dapat mempercepat persalinan 

    Belum ada penelitan yang membuktikan mitos ini karena lancarnya persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun air kelapa muda memang berkhasiat untuk menjadikan air ketuban putih dan bersih.

Sebaiknya ibu hamil tidak melakukan hubungan intim pada trimester pertama kehamilannya

    Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa hubungan intim menyebabkan keguguran. Jadi sepanjang hal itu tidak menyakitkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, ibu hamil boleh-boleh saja melakukannya.

Leher ibu hamil yang menghitam atau puting yang berwarna gelap menandakan bayinya laki-laki

      Perubahan warna pada leher atau puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi Perubahan warna kulit pada ibu hamil diakibatkan peningkatan progesteron dan melanost (hormon yang mengatur pigmentsi kulit). Karena itu puting susu yang menghitam biasa terjadi pada kehamilan, baik pada ibu hamil yang mengandung bayi laki-laki atau perempuan. Selain perubahan warna kulit dan puting susu, ibu hamil juga memiliki guratan kehitaman di perut dan garis hitam dari pusar ke bagian pugbis. Namun gejala ini akan menghilan setelah melahirkan.

Bila bentuk perut calon ibu membulat, berarti bayinya perempuan

      Bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi janin dalam kandungan. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika posisi janin memanjang, perut akan terlihat tinggi. Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga tergantung pada elastisitas otot dan volume air ketuban. Pada kehamilan anak pertama, perut akan tampak bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu yang pernah hamil beberapak kali akan tampak turun karena ototnya mulai kendur. Pada ibu hamil yang cairan ketubannya banyak, bentuk perutnya

Mitos dan Fakta tentang Pantangan Ibu Hamil

1. Pantangan ibu hamil  : Durian dan nenas
      Dua buah ini dikenal sebagai pantangan ibu hamil nomor wahid. Nenas memiliki kandungan prostaglandin yang bermanfaat mencegah tumbuhnya sel kanker serta radang pada anggota tubuh untuk mencegah terjadinya infeksi.
     Tentu saja, nenas tidak memiliki keterkaitan secara langsung dengan janin bayi. Hal yang sama terkandung pada durian. Meski tidak ada penelitian secara khusus dengan kandungan dalam durian, namun tidak ada kasus yang membuat seorang ibu hamil keguguran saat makan durian.
Yang dikhawatirkan, mereka akan mual jika memakan kedua buah tersebut dalam porsi sangat besar. Jika mereka muntah dalam jumlah besar, tentu asupan makanan untuk janin akan berkurang.

2. Air kelapa hijau bikin kulit bayi putih dan kacang hijau bikin rambut lebat?
      Kali ini bukan pantangan ibu hamil, tetapi mitos. Warna kulit manusia ditentukan oleh faktor genetika, tidak ada faktor lain. Rambut lebat pun tergantung dari faktor genetik, bukan dari kandungan makanan yang dikonsumsi.

Jumat, 13 Mei 2016

DIARE pada bayi

Gejala diare

gejala diare bermacam-macam, dimulai dari yang hanya merasakan sakit perut singkat dengan tinja yang tidak terlalu encer hingga ada yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Pada kasus diare parah, kemungkinan penderitanya juga akan mengalami demam dan kram perut hebat.

Faktor penyebab diare secara umum

penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus bisa terjadi ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti norovirus dan rotavirus
Diare juga bisa timbul akibat faktor-faktor berikut ini:
  • Efek samping obat-obatan tertentu,
  • Faktor psikologi, misalnya gelisah,
  • Konsumsi minuman beralkohol dan kopi yang berlebihan.

Diagnosis diare

Dalam mendiagnosis diare, dokter biasanya akan menanyakan seputar gejala yang dialami dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mencari apakah terjadi dehidrasi. Pada sebagian kasus, dokter perlu melakukan pemeriksaan rektum, meneliti sampel tinja, atau bahkan pemeriksaan darah










10 Gejala Diare Karena Bakteri
diare atau diarrhea dalam bahasa inggris merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada masyarakat, terutama di Indonesia. Diare adalah kondisi dimana feses menjadi lembek dan encer, dan biasanya frekuensi pembuangan feses menjadi lebih sering, yaitu lebih dari 3 kali dalam sehari atau 24 jam. Biasanya sebelum mengalami diare, penderitanya mengkonsumsi jenis makanan yang kurang cocok dengan kondisi lambungnya, sehingga menimbulkan iritasi dan luka pada bagian lambung, usus, dan saluran pencernaan lainnya. Hal ini menyebabkan kondisi feses dan frekuensi dari buang air besar yang menjadi tidak normal.Penyebab Diare
penyeb diare sendiri secara umum hampir sama pada setiap orang. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya diare :
  1. Luka dan alergi pada bagian ambung
  2. Kelebihan vitamin C
  3. Mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan panas dan luka pada lambung, seperti bahaya makanan pedas, asam dan makanan yang mengandung bakteri.
  4. Infeksi virus dan bakteri
  5. bahaya alkohol yang dikonsumsi berlebihan
Hal ini akan membuat usus menjadi kaget dan kurangnya penyerapan cairan yang dilakukan oleh usus besar. Hal ini membuat makanan menjadi bercampur dengan cairan ketika proses digestasi, dan hal inilah yang menyebabkan keluarnya fese yang encer dan lembek.
Untuk mengenali diare ini, penyakit ini memiliki beberapa gejala yang dapat dideteksi dengan mudah. Berikut ini adalah beberapa gejala umum dari penyakit diare yang dapat dirasakan :
1. Rasa sakit dan perih pada perut atau lambung
Diare merupakan salah satu jenis penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Karena itu sudah pasti salah satu gejala awal yang dapat dirasakan muncul ketika terserang diare adalah rasa sakit dan perih pada bagian perut. Ini merupakan gejala yang mirip dengan asam lambung atau maag,. Maka dari itu, jangan langsung mendiagnosa diri dengan diare, namun perhatikan juga gejala-gejala lainnya yang muncul bersamaan dengan rasa sakit dan perih ini.
2. Rasa mulas yang sering terjadi
Rasa sakit dan perih yang sudah muncul akan berlanjut menjadi rasa mulas yang sering terjadi dan berlebihan. Namun demikian, biasanya ketika mulas ada saat dimana anda tidak dapat buang air besar dan tertahan.
3. Buang air besar terus menerus
Salah satu gejala diare paling utama adalah frekuensi buang air besar yang meningkat dan terjadi terus menerus. Apabila orang normal memiliki frekuensi buang air besar 1 – 2 kali dalam sehari, maka penderita diare akan mengalami sakit perut dan buang air besar dengan frekensi lebih dari 3 kali dalam sehari atau 24 jam.
4. Kondisi feses yang encer dan lembek
Biasanya ketika melakukan buang air besar, pada orang normal kondisi feses yang dibuang akan berbentuk padat dan tidak lembek. Nah, pada penderita diare, kondisi feses yang keluar ketika buang air besar adalah encer dan lembek. Sangat jauh berbeda dengan kondisi feses pada orang normal yang tidak mengalami diare. Hal ini disebabkan oleh kondisi lambung dan usus besar yang mencerna makanan bersamaan dengan cairan, sehingga memberikan efek feses yang lebih cair dan encer dari biasanya.
5. Kram pada perut
Diare akan menimbulkan gejala yang lebih daripada hanya sekedar nyeri dan perih pada bagian lambung serta perut saja. Biasanya, setelah melakukan proses buang air besar, perut akan terasa kram dan kaku. Saat inilah, perut akan terasa sangat sakit dan tidak nyaman, sehingga akan mengganggu aktivitas anda sehari-hari.
6. Perut terasa kembung
Kondisi lambung yang kembung juga merupakan salah satu gejala diare yang umum terjadi. Biasanya kondisi lambung yang kembung ini merupakan salah satu ciri umum dari munculnya penyakit yang menyerang saluran pencernaan, yang akan menimbulkan :
  • Nyeri perut
  • Mual
  • Perut akan berbunyi terus menerus
7. Demam
Kondisi diare yang parah dan sudah terjadi lebih dari 1 hari akan menimbulkan gejala lain, yaitu gejala demam. Memang, demam yang dialami oleh penderitanya tidak separah demam ketika seseorang mengalami demam berdarah atau malaria. Namun demikian demam ini mengharuskan anda melakukan bedrest alias beristirahat di tempat tidur, hingga sehat kembali dan dapat beraktivitas dengan normal.
8. Muncul rasa pegal
Salah satu gejala lain yang muncul ketika anda mengalami diare adalah munculnya rasa pegal-pegal pada sekujur tubuh. biasanya rasa pegal ini akan muncul, terutama pada bagian pinggang, pinggul dan bagian sekitar perut anda.
9. Dehidrasi
Keluarnya feses yang lebih encer dan cair menunjukkan bahwa tubuh akan mengalami kekurangan cairan dalam tubuh dan akan mengalami dehidrasi yang dapat tergolong cukup parah. Untuk menghindari bahaya akibat kurang minum karena dehidrasi yang cukup parah, maka disarankan bagi anda setelah buang air besar, wajib minum air putih 1-2 gelas setiap selesai buang air besar.
10. Tubuh terasa sangat lemas
Penyakit yang mengharuskan anda pergi bolak-balik untuk buang air besar, ditambah dengan rasa pegal dan demam akan membuat tubuh anda akan terasa sangat lemas, lemah dan tidak bertenaga. Selain itu, kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan juga akan sangat menambah lemahnya kondisi tubuh. Maka dari itu, jangan lupakan asupan kebutuhan nutrisiyang penting bagi tubuh anda, namun usahakan berikan makanan yang tidak mengandung asam ataupun pedas, seperti :
  • Bubur
  • Sup sayuran
  • makanan kaya serat seperti buah-buahan, untuk membantu pencernaan anda.
Fakta menyebutkan bahwa diare merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. 2.6 juta orang meninggal karena penyakit diare setiap tahunnya. Maka dari itu, 10 hal gejala diare yang akan dirasakan ketika anda mengalami diare harus diwaspadai agar tidak semakin parah.
 

Kamis, 12 Mei 2016

ASI EKLUSIF

 
ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih,sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberi ASI sampai bayi berumur dua tahun.
Bayi yang diberikan ASI secara esklusif cenderung lebih sering pemberian ASI-nya daripada pemberian pada bayi yang minum susu formula. Bayi yang baru lahir biasanya setiap 2 sampai 3 jam disusui oleh ibunya. Semakin bertambah usianya, waktu atau jarak antara menyusui akan meningkat karena kapasitas perut mereka menjadi lebih besar. Sebaliknya, bayi baru lahir yang hanya mengenal susu formula akan memulai minum susu formula kira-kira setiap 3 sampai 4 jam selama beberapa minggu pertama kehidupan.
Daripada menggunakan jam sebagai panduan untuk memberi makan bayi Anda, lebih baik perhatikan isyarat bahwa dia sudah kenyang ketika Anda memberinya ASI atau susu formula. Ini lebih penting bahwa Anda memperhatikan petunjuk atau sinyal dari bayi Anda yang menunjukkan dia lapar. Ini disebut isyarat kelaparan. Ketika dia ingin makan, mungkin dia akan meletakkan kedua tangan atau jari pada mulutnya, membuat gerakan mengisap, menjulurkan lidahnya, memukul bibirnya, menendang atau menggeliat, atau mulai menggerakan rahang dan mulut atau kepala untuk mencari payudara Anda. Jika ia mulai menangis, ini biasanya sinyal akhir bahwa dia ingin makan.
Pemberikan ASI eksklusif merupakan faktor penunjang kecerdasan si bayi, memang tidak mudah karena sang ibu harus memberikannya selama 6 bulan, masa 6 bulan inilah yang di sebut ASI eksklusif. Pada masa 6 bulan bayi memang belum di beri makanan selain susu untuk itu ibu harus memberikan perhatian yang ekstra pada bayi.
Namun, seringkali kesalahan yang terjadi adalah setelah masa ASI eksklusif ini atau si bayi sudah bisa mengkonsumsi makanan lain selain ASI si ibu tidak memberikan ASI lagi. Padahal menurut standar kesehatan dunia WHO, bayi sebaiknya di sapih setelah 2 tahun usianya. Permasalah ASI eksklusi juga terjadi pada ibu yang bekerja di kantoran, untuk itu pemerintah mencoba memberikan keleluasaan pada ibu yang pada masa pemberian ASI eksklusif boleh membawa anak ikut serta bekerja atau mengijinkannya memberi jam khusus untuk menyusui bayinya.
Seberapa Penting Pemberian ASI Eksklusif
Pentingnya ASI eksklusif memang harus menjadi perhatian, dan tanggung jawab sebagai orang tua juga harus mulai menyadari akan dampak pada si bayi jika ASI eksklusif ini tidak di berikan pada bayi dengan maksimal. Pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan bisa sangat terhambat dan kemungkinan besar juga bayi anda tidak sehat.
Seperti kita ketahui bersama dengan ibu memberikan ASI nya secara maksimal maka otomatis sang ibu akan mentrasfer imunitasnya kepada si bayi, sehingga apabila ibu sehat maka bayi juga bisa sehat. Kita harus coba bersama-sama memberikan pemahaman pada masyarakat untuk melindungi hak bayi dalam memperoleh ASI eksklusif.
Perhatian akan pentingnya ASI eksklusif juga harus datang dari lingkungan sekitar, ini agar pemberian ASI eksklusif di terapkan dalam kebiasaan atau budaya yang harus di lestarikan. Karena meskipun ada susu formula yang anda andalakan sebagai pengganti ASI eksklusif itu tidak akan sebaik ASI. Karena banyak sekali kandungan susu formula yang tidak terdapat pada ASI, asi lebih memiliki fungsi menyeluruh pada bayi sedangkan susu formula hanya memacu sebagian saja. Jadi, sudah sangat jelas bahwa memberikan ASI eksklusif adalah hal yang tidak bisa di gantikan.
 

 

Manfaat ASI Ekslusif Untuk Ibu

Memberikan ASi ekslusif pada ibu juga memberikan manfaat. Pasca persalinan ibu mengalami pendarahan akan dibantu dengan pemberian ASI ekslusif selain itu akan mempercepat pengecilan rahim semula. Kondisi ini disebabkan karena pada saat melahirkan dan segera disusukan akan membantu dalam merangsang hisapan bayi dan diteruskan ke hipofisis pars posterior yang akan mengeluarkan hormon progesterone
Manfaat ASI eksklusif akan membantu dalam mengembalikan tubuh ibu setelah hamil. Dengan aktivitas menyusui maka timbunan lemak pada tubuh ibu akan dipergunakan untuk membentuk ASI sehingga berat badan ibu akan kembali stabil
Selanjutnya adalah ikatan batin antara ibu dan anak akan lebih terjaga karena ibu dapat dengan mudah mengekspresikan sayang kepada anaknya. Dengan demikian ikatan batin semakin kuat. Begitupula dengan pemulihan kesehatan ibu yang semakin cepat ketika ibu memberikan ASI ekslusif pada bayi.
Manfaat untuk ibu ketika memberikan ASI eksklusif adalah dapat mengurangi risiko kanker payudara dan juga kanker ovarium. Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengamati korelasi antara infertilitas dan tidak menyusui akan meningkatkan risiko kanker baik kanker payudara maupun kanker ovarium.
Dengan demikian penting bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif, yaitu memberikan ASI tanpa makanan dan cairan apapun selama minimal 4 bulan maksimal selama 6 bulan. Tidak perlu khawatir karena volume ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi anda. Yuk, mulai memberikan ASI ekslusif untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
 


 

Rabu, 11 Mei 2016

penyakit IMS yang banyak diindonesia



INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DAN INFEKSI SALURAN REPRODUKSI (ISR)


Infeksi Menular Seksual  (IMS), adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, walaupun tidak ada gejala yang timbul di alat kelamin. Infeksi menular seksual  akan lebih berisiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. IMS perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang serius. Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkan kematian. Untuk remaja perempuan, risiko untuk terkena IMS lebih besar dari pada laki-laki sebab alat reproduksinya lebih rentan. Seringkali berakibat lebih parah karena gejala awal tidak segera dikenali, sedangkan penyakit menjadi lebih parah.

Infeksi saluran reproduksi (ISR), adalah infeksi di alat kelamin, ditularkan tanpa hubungan seksual, misalnya infeksi yang diakibatkan kesalahan dalam prosedurmedis. ISR yang ditularkan tidak melalui hubungan seksual disebabkan overgrowth/pertumbuhan yang luar biasa kuman/jamur dalam vagina yang a-patogen (basil doderlien, stafilokokus, streptokokus, jamur kandida) menjadi ganas/patogen disamping disebabkan alergi (pembalut, cairan pembersih vagina) atau karena pemakaian kontrasepsi dalam rahim/IUD pada pasangan usia subur.

IMS dan ISR termasuk HIV/AIDS merupakan penyakit yang berhubungan dengan  perkembangan budaya. Proporsi penderita HIV/AIDS (20-29 tahun) lebih dari separuhnya, artinya infeksi HIV terjadi pada masa remaja (terutama dengan factor risiko NAPZA suntik). Dikaitkan dengan jumlah remaja seperlima jumlah penduduk  Indonesia, ini menggambarkan rentannya usia remaja terhadap ISR maupun IMS yang berkaitan dengan perilaku, karena terjadi akibat hubungan seksual yang tidak aman.

Tanda dan Gejala IMS/ISR. Berdasarkan tanda-tanda dan gejala klinis yang ditimbulkan oleh IMS/ISR, dapat  dibedakan menjadi
: 1) IMS yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih, kuning atau kehijauan seperti nanah dari alat kelamin, yaitu : gonore, uretritis atau servitis non spesifik, kandidiasis, bacterial vaginosis dan trikomoniasis. (2) IMS yang ditandai dengan adanya luka/koreng di alat kelamin, yaitu sifilis, ulkus molie, limpogranuloma venerium, granuloma inguinale dan herpes  genitalis.
 (3) IMS yang ditandai dengan adanya tumbuhan seperti kutil atau jengger ayam pada alat kelamin, yaitu moluskus kontangiosum dan kondiloma akuminata.
 (4) Selain tanda-tanda tersebut, IMS yang lebih lanjut sering disertai  dengan tanda-tanda benjolan atau pembengkakan kelenjar pada lipat paha , pembengkakan buah zakar pada laki-laki, serta nyeri perut bawah pada wanita.

Jenis IMS/ISR berdasarkan kuman penyebab, yaitu :
(1) Bakteri, seperti :
 a) Gonore. Definisi gonore mencakup semua infeksi yang disebabkan oleh neisseria gonorrhoeae. Masa tunas 2-5 hari pada pria, sedangkan pada wanita sulit ditentukan oleh karena pada umumnya tidak menimbulkan keluhan atau gejala. Keluhannya  pada laki-laki  : timbul rasa gatak, panas saat kencing, keluar cairan/nanah secara spontan dari saluran kencing, ujung penis tampak merah, bengkak dan menonjol keluar. Rna kuning kehijauan dan kental, kadang-kadang disertai rasa nyeri saat kencing. Komplikasi pada laki-laki adalah infeksi pada testis atau buah zakar, saluran sperma sehingga bisa menimbulkan penyempitan dan berakhir kemandulan. Sedangkan Komplikasi pada wanita adalah terjadinya penjalaran infeksi ke rahim dan saluran telur sehingga dapat menyebabkan kemandulan. Bila mengenai ibu hamil yang dapat menyebabkan kebutaan. 
 b) Infeksi genital nonspesifik/uretritis nonspesifik. Definisi . Infeksi genital nonspesifik (IGNS) merupakan infeksi traktus genital  yang disebabkan oleh penyebab yang tidak spesifik. Paling banyak disebabkan oleh Chlamydia trachomatis dan ureaplasma ureallyticum. Istilah ini lebih sering dipakai untuk wanita, sedangkan untukpria dipakai  istilah uretritis nonspesifik (UNS). Masa tunas biasanya lebih lama dibandingkan dengan gonore, yakni 1-3 minggu atau lebih. Keluhan pada laki-laki, adalah : duh tubuh tidak begitu banyak dan lebih encer, keluarnya cairan dari saluran kencing yang bersifat encer terutama pada pagi hari, kadang disertai rasa sakit saat kencing dan bila infeksi berlanjut akan keluar cairan bercampur darah. Keluhan pada perempuan : sebagian besar tidak menimbulkan keluhan, kadang-kadang ada keluhan keputihan, nyeri pada daerah rongga panggul, perdarahan setelah berhubungan seksual. Komplikasi pada laki-laki adalah adanya interaksi saluran air mani/kemandulan, sakit buang air kecil. Sedangkan komplikasi pada perempuan adalah infeksi saluran telur/kemandulan, radang saluran kencing, ketuban pecah dini/bayi premature (kehamilan).
 c) Sifilis (raja singa). Definisi sifilis adalah infeksi yang disebabkan oleh treponema pallidum dan bersifat kronis, dapat menyerang semua organ tubuh dan dapat menyerupai banyak penyakit. Masa tunas berkisar antara 10-90 hari. Keluhan : Stadium I (sifilis primer) timbul antara 2-4 minggu setelah kuman masuk. Ditandai dengan adanya benjolan kecil merah biasanya 1buah, kemudian menjadi luka atau koreng yang  tidak disertai rasa nyeri. Pada stadium ini biasanya disertai pembengkakan kelenjar getah bening regional. Luka atau koreng tersebut akan hilang secara spontan meski tanpa pengobatan dalam waktu 3-10 minggu, tetapi penyakitnya akan berlanjut ke stadium II. Stadium II (sifilis sekunder). Stadium ini terjadi setelah 6-8 minggu dan bisa berlangsung sampai 9 bulan. Kelainan dimulai dengan adanya gejala nafsu makan yang menurun, demam, sakit kepala, nyeri sendi. Pada stadium ini juga muncul gejala menyerupai penyakit kulit lain berupa bercak merah, benjolan kecil-kecil seluruh tubuh, tidak gatal, kebotakan rambut dan juga dapat disertai pembesaran kelenjar getah bening yang bersifat menyeluruh. Stadium laten dini terjadi apabila sifilis sekunder tidak diobati, setelah beberapa minggu atau bulan gejala-gejala akan hilang seakan-akan sembuh spontan. Namun infeksi masih berlangsung terus dan masuk ke stadium laten lanjut. Stadium laten lanjut. Setelah 1 tahun, sifilis masuk ke stadium laten lanjut yang dapat berlangsung bertahun-tahun. Stadium III (sifilis tersier). Umumnya timbul antara 3-10 tahun setelah infeksi. Ditandai dengan 2 macam kelainan yaitu berupa kelainan yang bersifat destruktif pada kulit, selaput lendir, tulang sendi serta adanya radang yang terjadi  secara perlahan-lahan pada jantung, sistim pembuluh darah dan syaraf. Komplikasi. Pada kehamilan terjadi sifilis congenital.
 d) Ulkus Mole/chancroid. Definisi ulkus mole/chanroid adalah ulkus mole ialah infeksi genital akut, setempat, yang disebabkan ioleh haemophylus ducreyi. Masa tunas berkisar antara 2-35 hari, dengan waktu rata-rata 7 hari. Keluhan. Tidak didahului dengan gejala prodromal sebelum timbulnya luka atau ulkus. Luka biasanya lebih dari 1 buah, nyeri , dengan tanda radang yang jelas, benjolan di lipatan  paha, meninggalkan ulkus dan terjadi kematian jaringan disekitarnya. Komplikasi. KOmplikasi ulkus mole adalah abses kelenjar lipat paha, fistula uretra.  
e) Granuloma Inguinale/Donovanosis. Definisi ganuloma inguinale/donovanosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri calymmatobacterium granulomatis. Saat ini penyakit ini hamper tidak pernah ditemukan lagi di Indonesia, dahulu penyakit ini banyak ditemukan di daerah Papua. Masa tunas adalah 8-80 hari. Keluhan yaitu : Kelainan dimulai dengan bemjolan tunggal atau banyak, merah, lembek, kadang-kadang mirip bisul, sangat gatal; Kelainan ini dengan cepat pecah menjadi luka dengan tepi yang meninggi, berbau amis dan mudah berdarah. Komplikasi. Komplikasi granuloma inguinale adalah akibat terjadinya jaringan ikat atau fibrosis pada pembuluh getah bening akan timbul pembengkakan genital, sumbatan uretra, vagina atau lubang anus.
 f) Limfogranuloma Venerium (Bubo). Definisi limpogranuloma venerium (bubo) adalah infeksi menular seksual yang mengenai sistim saluran pembuluh limfe dan kelenjar limfe yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Penyakit ini saat ini jarang ditemukan di Indonesia. Masa tunas antara 3-20 hari. Keluhan : biasanya dimulai dengan bintik/lentingan kecil, yang dalam waktu singkat kemudian menjadi erosi/luka yang kadang-kadang tidak disadari oleh penderita karena tidak nyeri dan sembuh sendiri dalam waktu singkat.; dalam waktu antara 1-4 minggu setelah luka tersebut sembuh akan timbul  pembengkakan kelenjar lipat paha yang disertai rasa nyeri , keras berbentuk seperti sosis. Komplikasi . Pada stadium lanjut pada laki-laki dapat menyebabkan pembengkakan penis dan skrotum sedang pada wanita menyebabkan pembengkakan bibir kemaluan.  
g) Vaginalis bacterial. Definisi vaginalis bacterial adalah gejala klinis akibat pergantian lactobacillus spp yang merupakan flora normal vagina, dengan bakteri anaerob dalam konsentrasi tinggi. Masa tunas sulit ditentukan, karena penyebabnya bukan organism tunggal. Keluhan vaginosis bacterial adalah gejala klinis akibat pergantian lactobacillus spp yang merupakan flora normal vagina, dengan bakteri anaerob dalam konsentrasi tinggi. Masa tunas sulit ditentukan, karena penyebabnya bukan organism tunggal. Keluhan : dapat tanpa gejala keputihan atau dengan sedikit keputihan yang mempunyai bau amis seperti ikan, terutama setelah berhubungan seksual.
(2) Virus, diantaranya adalah :  
a) Herpes Genitalis. Definisi herpes genitalis ialah infeksi pada genital yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV), terutama HSV tipe 2, yang sering bersifat berulang. Masa tunas berkisar antara 3-7 hari, tetapi dapat lebih lama. Keluhan : Rasa seperti terbakar dan gatal, beberapa jam sebelum timbul lesi; Kadang-kadang disertai gejala umum, misalnya lemas, demam dan nyeriotot; Timbul gelembung-gelembung yang berkelompok dengan mudah pecah; Gejala lesi awal dapat lebih berat dan lama; Pada bentuk ulang (rekurens), biasanya didahului oleh factor pencetus seperti stress psikis, trauma, koitus yang berlebihan, makanan yang sulit merangsang, alcohol, obat-obatan dan beberapa hal yang sulit diketahui. Komplikasi  herpes genitalis adalah kanker leher rahim, kehamilan lahir muda, kelainan congenital dan kematian.
 b) Kondiloma Akuminata/Jengger Ayam/Kutil Kelamin. Definisi kondiloma akuminata adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Masa tunas berkisar antara 1-8 bulan (rata-rata 2-3 bulan). Keluhan : Pada daerah yang sering terkena trauma saat berhubungan seksual tumbuh bintil bintil yang runcing seperti kutil, dapat membesar sehingga menyerupai jengger ayam. Pada wanita, sering bersamaan dengan gejala keputihan sedangkan pada pria terutama dijumpai pada yang tidak disirkulasi atau dengan imunitas terganggu. Komplikasi kondiloma akuminata adalah kanker leher rahim atau kanker kulit disekitar kulit kelamin.
c) Hepatitis B dan C. Penyebabnya adalah virus hepatitis B dan C. Masa tunas 1-6 bulan. Gela-gejala adalah kuning (mata/kulit), lesu dan lemah, pembesaran hati, kembung mual.  Untuk hepatitis C gejalanya lebih cepat dan lebih berat, bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. Penularan hepatitis adalah : melalui kontak cairan tubuh penderita seperti hubungan seks, pemakai NAPZA suntik, transfuse darah dan lain-lain). Penanganannya adalah dengan melakukan konsultasi ke penyakit dalam.
(3) Parasit, diantarnya adalah :
 a) Trikomoniasis. Definisi trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit trichomonas`vaginalis. Masa tunas sukar untuk dipastikan, berkisar antara 3-28 hari.  Keluhan : Sering tanpa gejala, kalau ada biasanya berupa duh tubuh vagina yang banyak dan berbau, warna kuning hijau, kadang-kadang berbusa. Kadang-kadang duh tubuh yang banyak menimbulkan keluhan gatal dan perih pada vulva dan kulit di sekitarnya dan nyeri buang air kecil. Pada laki-laki  jarang memberikan keluhan, bila ada gejalanya berupa uretritis ringan. Keluhan lain dapat berupa dispareunia, pendarahan pasca koitus dan pendarahan intermenstrual.
(4) Jamur, diantaranya yaitu :
 a) Kandidosis vaginalis. Definisi kandiloma vaginalis adalah infeksi pada vagina yang disebabkan oleh jamur candida, apatogen tetapi dapat menjadi patogen. Infeksi ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual atau karena kondisi tertentu (stress, kelelahan, IUD yang lama pada pasangan usia subur). Masa tunas sukar diketahui, oleh karena penyakit ini mempunyai faktor pemicu, antara lain kehamilan, penyakit kencing manis, iritasi setempat, pemakaian obat-obatan (golongan: imunosupresif, antibiotika, kontrasepsi hormonal). Keluhan kandidosis vaginalis adalah : Pada keadaan normal, jamur ini terdapat di kulit maupun di dalam  liang kemaluan perempuan; Tetapi pada keadaan tertentu, jamur ini meluas sedemikian rupa  sehingga menimbulkan keputihan berwarna putih seperti susu, bergumpal, tidak berbau atau berbau asam, disertai rasa gatal panas dan kemerahan sekitar kelamin.
Pencegahan IMS/ISR. Pencegahan IMS/ISR dapat dilakukan dengan :
 a) Menunda berhubungan seks dibawah umur 20 tahun, karena senggama pertama pada umur 15-20 tahun paling berisiko mencetus keganasan leher rahim.
 b) Berprilaku sehat termasuk menjaga kebersihan alat reproduksi seperti celana dalam dari katun yang mudah menyerap keringat dan berprilaku seksual yang sehat.
 c) Hindari seks pranikah, berganti-ganti pasangan.
d) Mencari informasi yang benar tentang risiko penularan IMS.
 e) Gunakan kondom ketika berprilaku seksual berisiko tinggi. Segera berobat bila ada gejala-gejala IMS.
 f) Jangan mengobati diri sendiri dengan antibiotika tanpa resep dokter.
Mitos IMS/ISR. Ada beberapa mitos dimasyarakat yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pencegahan IMS/ISR, diantaranya adalah : a) IMS dapat diobati dengan minum ciproxin, supertetra, amoksisilin dll. Padahal penyakit memerlukan obat tertentu sesuai kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat akan menyebabkan kuman menjadi kebal dan sulit disembuhkan. b) Berhubungan seks dengan perawan dapat mengobati penyakit kelamin. Padahal justru sebaliknya, berisiko akan menularkan pasangan. c) IMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin.  sabun/disinfektans dapat mencegah IMS, cuci vagina menurunkan risiko tertular karena kadar keasaman vagina berkurang.
Dampak IMS/ISR. Dampak IMS/ISR bagi remaja perempusn dan laki-laki adalah :
(1) Secara Fisik, seperti :
a) Infeksi alat reproduksi akan menurunkan kualitas ovulasi sehingga akan mengganggu siklus dan banyaknya haid serta menurunkan kesuburan.
b) Peradangan alat reproduksi ke organ yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan kecenderungan terjadinya kehamilan di luar rahim (obsgin, Unpad 1984).
c) Melahirkan anak dengan cacat bawaan seperti katarak, gangguan pendengaran, kelainan jantung dan cacat lainnya.
d) Kanker leher rahim (Carcinoma Cervix Uteri), yaitu : Peringkat pertama penyebab kematian karena keganasan setelah kanker payudara; Predisposisi “kontak leher  rahim dengan sperma yang bersifat basa sejak usia muda dan berganti-ganti pasangan, rokok, ekonomi dan nutrisi; Periode laten terjadi keganasan, terjadi pada umur 30 tahun; Gejala,seperti keputihan berbau khas, nyeri dan tanda-tanda keganasan.
 e) Bekas bisul/nanah di daerah alat kelamin dapat mengganggu kualitas hubungan  seksual di kemudian hari karena menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman waktu berhubungan seks.
 f) Nyeri waktu kencing (disuria) karena peradangan mengenai saluran kemih.
 g) Gejala neurologi/gangguan syaraf (stadium lanjut sifilis).  Lebih mudah terinfeksi HIV.
h) Kemandulan (perlengketan saluran reproduksi dan gangguan produksi sperma).  
(2) Secara Psikologis, seperti :
a) Rendah diri,
 b) Malu dan takut sehingga tidak mau berobat yang akan memperberat penyakit atau bahkan mencoba mengobati sendiri sehingga jenis dan dosis tidak tepat  atau bahkan mencoba mengobati sendiri sehingga jenis dan dosis tidak tepat yang justru akan memperberat penyakitnya disamping terjadi resistensi obat.
 c) Gangguan hubungan seks setelah menikah karena takut tertular lagi atau takut menularkan penyakit pada pasangannya.
 
Sumber : Modul pelatihan kesehatan peduli remaja bagi konselor sebaya, Kemenkes 2011.
Oleh : Ni Nyoman Kristina, SKM, MPH. WIDYAISWARA MUDA UPT BPKKTK DIKES PROVINSI BALI



Apa saja Tanda dan Gejala PMS?
Karena bentuk dan letak alat kelamin laki-laki berada di luar tubuh, gejala PMS lebih mudah dikenali, dilihat dan dirasakan. Tanda-tanda PMS pada laki-laki antara lain:
  1. berupa bintil-bintil berisi cairan
  2. lecet atau borok pada penis/alat kelamin
  3. luka tidak sakit
  4. keras dan berwarna merah pada alat kelamin
  5. adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam,
  6. rasa gatal yang hebat sepanjang alat kelamin
  7. rasa sakit yang hebat pada saat kencing
  8. kencing nanah atau darah yang berbau busuk
  9. bengkak panas dan nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi borok
Pada perempuan sebagian besar tanpa gejala sehingga sering kali tidak disadari. Jika ada gejala, biasanya berupa antara lain:
  1. rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan seksual
  2. rasa nyeri pada perut bagian bawah
  3. pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin,
  4. keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya
  5. keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal
  6. timbul bercak-bercak darah setelah berhubungan seksual,
  7. bintil-bintil berisi cairan,
  8. lecet atau borok pada alat kelamin.